Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tentu tidak terjadi atau ada
begitu saja. Langit dan bumi yang luas terbentang di jagad raya ini, tentu
tidak karena factor langit dan bumi yang begitu langsung ada tanpa ada yang
mengadakan. Manusia, dan makhluk hidup lainnya yang ada di bumi,mereka hidup
dan berkembang tidak karena kemampuan manusia dan makhluk-makhluk hidup itu
sendiri. Semua bentuk kejadian,peristiwa, hidup dan kematian,ada dan
musnah,semua itu ada 1 kekuatan gaib atau Dzat yang merajai semua kejadian,baik
itu kejadian di dunia ataupun selepas dari alam dunia yaitu akherat. Dzat yang lebih
dulu ada dari yang paling awal ada,Dzat yang Maha Besar dari semua bentuk yang
paling besar, Dzat Yang Maha Kuasa diantara para penguasa. Ya..tidak lain Dzat
itu adalah Alloh Robbul ‘Izza dengan segala Maha AgungNya pada semua keadaan.
Bekal yang hakiki adalah bekal yang terus menerus bermanfaat bagi pelakunya di dunia dan akhirat. Adapun sebaik-baik bekal menuju negeri abadi adalah taqwa. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya, “Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa.” (Qs. Al-Baqarah: 197)
Showing posts with label Tulisan Maz. Show all posts
Showing posts with label Tulisan Maz. Show all posts
Saturday, 8 February 2014
Friday, 31 January 2014
Memori 6 Februari 2011…
Menjadi salh1 moment terindah dalm hidupku..
Kau yang ku pertahankan dan ku jaga selama ini…
Di moment 6 Februari 2011 menjadikanmu lebh istimewa…
KU SEMAKIN YAKIN…
KAULAH YG T’ISTIMEWA DLAM HDUPKU…
KAULAH YG T’ISTIMEWA DLAM HDUPKU SAYANG…
KAULAH PEWARIS BIDADARI SURGAKU DDUNIA INI…
I LOVE N MISS U FULL 4 U MY SWEET HEART…
Saturday, 11 January 2014
YA ROSULALLOH SAW...
.jpg)
Ya Rosulalloh…
Setelah sekian lamanya dalam nafas hidupku di dunia ini…
Banyak ku sibukkan diriku dengan ambisius duniaku…
Sehingga itu membiusku dan membuatku hampir tak sadar melupakanmu,astagfirulloh…
Ya Rosulalloh…
Setiap saat jasadku sholat..setiap kali aku berdoa…
Namun hanya sesekali bahkan sekejap saja aku sampaikan salam untukmu,astagfirulloh…
Bahkan dalam lakuku menjalani hidup dengan segala kebutuhanku…
Aku tak pernah mengingatmu dalam salamku kepadamu…
Ya Rosulalloh…
Saat sekarang kesadaranku mulai sedikit terbuka kembali akan pentingnya mengingatmu…
Melebihi pentingnya hajat nafsuku kepada dunia…
Saat ku merasakan betapa sombong dan angkuhnya diriku tak pernah mengingatmu dalam salamku…
dengan mataku yang mulai berkaca-kaca…
hatiku yang mulai mencoba menangis…
jiwaku yang ku coba untuk benar-benar ikhlas…
dengan sangat mengharap rahmat Alloh swt…
Ya Rosulalloh…
Dengan huruf-huruf ini hamba dengan sangat menyesal dan tiada tau malu ini…
Sungguh hamba ingin engkau memaafkan hamba…
Hamba ingin engkau memberikan sedikit senyummu untuk hamba…
Mungkin bukan senyumanmu,terlalu mudah dan mahal jika indah dan nikmatnya senyummu untuk hamba..
Ya Rosulalloh…
Setidaknya melalui barisan ungkapan hati ini dan semoga menjadi untaian doa hamba kepada Alloh…
Hamba ingin engkau tidak memalingkan wajah karismamu dari hamba…
Meski untuk sekarang ku tak mampu untuk melihat bahkan merasakan wajah agungmu…
Atau bahkan aku tak tau apakah akan menerima nikmat merasakan wajahmu dalam hidupku ini…
Sungguh semoga engkau menyaksikan ini…
Ya Rosulalloh…
Hamba dengan segala kekurangan ingin rasanya meraih tangan bahkan jika diizinkan hamba ingin bersimpuh mohon ampun atas kesalahan melalaikanmu…
Namun hanya melalui untaian doa ini dan segenap harapan kutanam dalam lubuk qolbuku..
Semoga kau memaafkan kesalahan hamba yang telah melalaikanmu dalam bersholawat kepadamu…
Tak lupa ku panjatkan harapan doa hamba kepadaMu ya Alloh..
Semoga Engkau berikan rasa dan jiwa rindu rosulMu Muhammad kepada hamba…
Semoga Kau ridloi meski sekejap hamba ingin bisa bermimpi bertemu dengan utusanMu yang Agung tersebut,ya Alloh…
Ya Alloh perkenankan permohonan dan doa hamba,aamiin…
Assalamu’alaika ayyuhannabiyyu warohmatullohi wabarokatuh…
Salam,rahmat dan berkat Alloh untukmu wahai Muhammad…
Nabi yang selalu ingin kurindukan…
By: Maz Arya
Friday, 10 January 2014
SEJAUH MANA CINTA KITA PADA MUHAMMAD SAW
Sebagai muslim yang beriman pada nabi dan rasulNya, tentu kita akan menyakini bahwa nabi Muhammad memang benar-benar utusan Alloh, kekasih terdekatNya, orang suci sebagai uswatun hasanah bagi ummat yang merindukannya. Dialah nabi pembawa syafaat, pembawa rahmat suci saat manusia dibangkitkan di hari pembalasan kelak.
Sebagian orang Islam, seringkali memanjatkan salawat dan salam dalam setiap kesempatan, dalam setiap ingatan fikirnya, dalam setiap syukurnya pada Tuhan, untuk junjungan nabi Alloh swt Muhammad saw. Doa dan salam serta salawat dipanjatkan kepada Muhammad, tidak lain agar rahmat dan keselamatan Alloh swt selalu tercurah untuk Muhammad saw. Selain dari itu, tidak dapat dipungkiri, bahwa sebagai makhluk yang mendambakan kebahagiaan hidup hari ini dan seterusnya hingga akhir penciptaan, manusia dalam memanjatkan salam dan salawat kepada nabi Muhammad saw, mereka mendambakan dan merindukan kasih sayang dan syafaat beliau sebagai penolong, sebagai rasa sejuk dikala panas siksa dari segala pembalasan amal dan dosa yang dilakukan manusia didunia menimpanya, mengharap syafaat beliau untuk menghapus dan menolong mereka dari dosa-dosa yang telah dilakukannya didunia dulu.
Namun apakah semua ummat manusia akan menerima kado syafaat di hari pembalasannya kelak?sejauh mana pengorbanan yang telah kita lakukan untuk nabi saw?dan sejauh mana rasa cinta kita pada beliau Muhammad saw?
Subscribe to:
Posts (Atom)

